Keindahan dan Kesedihan – Yasunari Kawabata September 15, 2008
Posted by parahyangan in nobel sastra.Tags: jepang, nobel sastra, yasunari kawabata
trackback
Buku ini merupakan eksplorasi akan sebuah hubungan yang ganjil dan vulgar. Novelis sukses Oki Toshio, berusia 54 tahun , pria yang telah menikah , melakukan reuni perselingkuhan dengan Otoko Ueno , seorang pelukis cantik dan sukses berusia 39 tahun . Dari pusaran yang timbul dari masa lalu yang kelam , seorang anak didik Otoko –Keiko Sakami, berusia 24 tahun terseret masuk dalam pusaran tersebut , memainkan peranan aneh diantara hubungan segitiga tiga generasi tersebut. Komposisi percintaan yang aneh antara pria tua , wanita yang beranjak tua dan gadis muda yang lesbian. Masing berselisih 15 tahun dengan deret , 54 , 39 , 24.
Kawabata dengan berani mengungkapkan sebuah gambaran masyarakat modern , dan keganjilan , kesunyian yang tersembunyi dibalik hiruk pikuk masyarakat urban, kesunyian para penghuni hutan beton. Kesendirian yang sekaligus menciptakan zone aman, dan leluasa untuk melampiaskan hasrat yang bertumpuk dengan derajat keliaran nya. Memungkinkan kisah apapun terjadi dalam berbagai genre.
Melalui kepiawaian Kawabata dalam menulis , maka cerita mengalir dengan lembut , puitis sekaligus muram . Suatu ironi bahwa dengan kesuksesan Kawabata sebagai peraih hadiah nobel sastra 1968 , dia malah memilih bunuh diri dengan gas.
Novel ini pertama kali di rilis di Jepang pada tahun 1964 dengan judul 美しさと哀しみと
Utsukushisa to Kanashimi to. Di tahun 1975, terjemahan Inggris nya keluar dengan judul Beauty and Sadness.
Adaptasi Film di buat oleh Masahiro Shinoda dengan judul Utsukushisa to Kanashimi to (1965 ) . Adaptasi barat dibuat oleh Joy Fleury dengan judul Tristesse et beauté (1985)
ingin membacanya……karena Snow country sudah saya baca juga =)
makasih komennya yuki
snow country saya malah belum baca , di review dunk snow country nya di blog anda …..
[...] [wordpress] [...]
[...] [wordpress] [...]